Spacer
Spacer RS PREMIERE Jatinegara
People caring for people Spacer
Home
Profil
Fasilitas
Jadwal Dokter
Media Edukasi
Events
Spacer

Spacer
  Arrow Blue  Arsip
Spacer
Bulan Tahun
Spacer
Spacer
  Arrow Blue  Talk Show

Ramsay Job
List Rekananjadwal operasional dan tel utk layanan ke pasienContact RS Mitra
Spacer
Spacer
Spacer TALK SHOW


Gastroesophageal Reflux Diseases
Nara Sumber : Indra Marki, SpPD, Dr. (Spesialis Penyakit Dalam)

1.
T:  
Ketiga putri saya punya keluhan pada lambung, salah satunya saya periksakan menurut Dokter asam lambung naik. Bagaimana penanganannya Dok ? Apakah ini penyakit turunan karena saya mengalami hal yang sama ?
 
  J:  
Pada kasus putri Ibu pada saat terjadi asam lambung naik tentunya harus diobati dengan obat yang menetralisir asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, dan mengurangi gas pada lambung. Cara penanganan yang diperlukan adalah pola hidup sehat, hindari stress,pola makan teratur, hindari makan makanan yang meningkatkan asam lambung, seperti : makanan asam dan pedas berlebihan, alkohol, kopi dan teh. Selain itu hindari makan makanan yang dapat meningkatkan gas di lambung misalnya : mie, kol, ubi, sawi putih, dan minuman berkarbonasi. Beberapa penelitian, genetik memiliki peranan pada penyakit lambung, dimana pada orang tertentu memiliki dinding lambung yang lebih tipis dari kondisi normal. Tetapi yang paling utama adalah memperbaiki kebiasaan agar kejadiannya tidak berulang.
 
2.
T:  
Saya wanita, sering panas dan sesak di dada, ulu hati suka perih minum obat Ranitidin® agak lumayan, tapi setiap makan selalu susah mengambil nafas panjang, apakah itu gejala GERD ?
 
  J:  
Melihat gejala yang ibu rasakan memang merupakan gejala khas GERD. Sesak didada di atas ulu hati sampai ke atas , terjadi akibat asam lambung naik ke bagian saluran makan bahkan sampai ke tenggorokan. Asam lambung yang naik sampai ke tenggorokan akan menyebabkan lesi atau luka pada dinding saluran makan yang menyebabkan sesak dan rasa panas di dada. Pada saat gejala berlangsung diterapi dengan obat yang menetralkan asam lambung mengurangi gas pada lambung, dan mengurangi jumlah asam lambung. Selain mengurangi atau menghindari makanan yang telah saya sebutkan di atas, beri jarak antara waktu makan dengan tidur minimal 1 jam sehingga asam lambung tidak ikut naik.Perlu diketahui bahwa setelah kita makan, lambung memproduksi asam lambung yang berguna untuk proses pencernaan.
 
3.
T:  
Saya pria punya penyakit maag, sekarang saya merasa asam lambung naik ke mulut, Pada kondisi itu badan saya terasa panas hingga ke telinga. Apakah gejala GERD ?
 
  J:  
Bapak memiliki penyakit maag, disisi lain gejala yang Bapak sampaikan merupakan gejala khas GERD. Perbedaan antara penyakit maag dengan GERD hanya ada pada lokasi. Untuk penyakit maag atau dyspepsia pada saluran pencernaan bagian bawah, sementara GERD gangguan saluran pencernaan bagian atas.Dalam kondisi normal asam lambung dari saluran makan turun ke lambung menuju, usus halus. Namun pada keadaan GERD terjadi perpindahan asam lambung yang tidak sesuai dengan semestinya.Sehingga asam lambung pada dinding saluran makan tersebut menimbulkan luka / lesi yang menyebabkan dada terasa panas. Untuk penanganannya silakan Bapak baca jawaban no.1.
 
4.
T:  
Saya pria, sudah didiagnosa dyspepsia dan sudah diterapi Pantoprazol, Ranitidin Antasida selama 2 minggu, tapi gejala masih ada, apa yang harus saya lakukan ?
 
  J:  
Penyakit maag atau dyspepsia, memang seringkali kambuh tetapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Obat – obatan memang diperlukan pada saat gejala muncul. Tapi yang paling utama adalah kebiasaan yang perlu di rubah , seperti yang diutarakan pada jawaban pertanyaan no. 1. Selain itu hindari stress, karena pada saat timbul tekanan akan memicu produksi asam lambung berlebih sehingga pada saat stress penyakit maag seringkali kambuh.
 
5.
T:  
Saya memiliki gejala seperti Dokter sampaikan, asam lambung naik sering muntah kalau diterapi kira-kira tahapannya apa saja ?
 
  J:  
Gejala yang Bapak sampaikan juga merupakan gejala khas GERD, mengenai penanganan dan pencegahan seperti yang telah disampaikan pada jawaban pertanyaan sebelumnya. Mengenai tahapan terapi ,pada saat gejala berlangsung diberikan pengobatan antara 1 – 2 minggu bila nyeri sudah hilang, pengobatan dihentikan. Apabila masih timbul nyeri akan dilakukan endoskopi, yaitu suatu diagnosa dengan alat semacam catether halus ujungnya berfungsi seperti kamera yang dimasukkan melalui kerongkongan menuju saluran cerna. Dimana pada diagnosa ini akan terlihat di layar monitor ada atau tidaknyaluka di pada dinding saluran makan kita.
 


Spacer