| ||||||||||||||
|
Penyakit – Penyakit Sekitar Dubur(Proktologie)
oleh: Dr. Med. Christopher B, Sp.B
Proktologie
Proktologie
(atau lebih lengkap coloproktologie) adalah bidang kedokteran yang
membahas kelainan-kelainan di usus besar
hingga lubang pelepasan atau dubur. Pada
umumnya kelainan-kelainan di daerah ini tidak begitu diperhatikan dan
kalaupun ada keluhan sering dianggap sebagai wasir. Masyarakat
kurang mengetahui bahwa kecuali wasir masih ada banyak penyakit lain di
dubur yang jika penanganannya tidak sesuai dapat membahayakan yang dalam
pembahasannya kita tekankan pada usus akhir yaitu rectum dan anus.
Anatomi
dan physiologi rectum sangat rumit, kita tidak mengetahui dimana
colon/sigmoid berakhir dan dimana rectum mulai. Perbedaan nama ini lebih
karena letak topographynya daripada anatominya. Selain
anus dengan syarafnya yang sangat sensitive , otot-otot sphincter (internus
et externus) dan otot-otot pelvic termasuk usus akhir. Fungsi
sigmoid dan rectum adalah tempat penampungan faeces. Supaya terkontrol 4-5
cm terakhir rectum menyempit dan disebut anus. Sel mukosa yang semula
kuboid berangsur menjadi epithel yang sangat sensitive . Ini diperlukan
untuk membedakan antara gas , cairan dan padat. Penutup anus yang paling
menonjol adalah M. Sphinkter internus yang adalah otot polos dan M.
Sphinkter externus, sebuah otot lurik. Disamping itu otot-otot Levator ani
(M. puboccigeus, M. puborectalis dan M. ischiococcigeus) ikut membantu
pada defekasi. Batas
antara rectum dan anus lebih mudah dengan adanya linea dentate yang
merupakan muara glandula submokus yang tersembunyi di balik
“katup” kecil. Glandula – glandula ini
Pemeriksaan
dimulai dengan anamesa yang merupakan tahapan penting karena dari anamesa
kita dapat mengetahuib arah pemeriksaan selanjutnya. Setelah anamesa
berturut turut dilakukan inspeksi , rectal touché, rektoskopi / anuskopi. Selanjutnya
dapat dilakukan rontgen dan atau coloskopi jika diperlukan . Kedua
pemeriksaan terakhir memerlukan persiapan sebelumnya.
Penyakit
– penyakit Sekitar Proktologie
1.
Haemorroid /Wasir
Dalam
menangani haemorrid harus dibedakan antara haemorroid inkaserata dengan
perianalthrombose. Terapi
yang diberikan pada penderita haemorroid : Derajad
I :
Konservatif dengan obat tergantung dari keluhan. Derajad
II : Sklerosing ,
ligasi, infra red Derajad
III seperti Derajad II : tetapi jika luas dan sakit sebaiknya operasi. Pada
inkaserata umumnya dapat konservatibve dengan merendam (sitzbad),
antiinflamasi, laxative,salep (untuk menghindari terjadi ulcera ) ;
analgetika jika perlu bedrest. Jika
dalam 3-4 hari tidak ada perubahan atau pasien sangat kesakitan, baru
dipikirkan untuk operasi. 2.
Analfissur
Analfissur
adalah luka /lesi mukosa anus distal dari linea dentate. Pada analfissur
chronis terbentuk fibrose sekitar lesi dan seriong diketemukan skintag
distal dari fissur yang oleh pasien sering disalahartikan sebagai
haemorroid dan hyperthrphie analpapilla. Therapie
pada analfissur akut konservative misalnya merendam , suppository,
laxative supaya faeces lunak. Umumnya fissure akan sembuh dalam beberapa
hari. Pada
anlfissure chronis kemungkinan sembuh betul susah, lebih – lebih jika
sphinktertonus meningkat.
Jika dalam 1 bulan frekuensi kambuhnya fissur sering dan sangat mengganggu
pasien maka dianjurkan untuk operasi. Jenis operasi adalah lateral
sphinkterotomie. 3.
Analabses dan Analfistula
Peradangan
dari glandula submokus dilinea dentate yang mencari “jalan keluar”
paranal. Pada
abses therapinya ialah incisi , pasien diberitahukan bahwa akan ada
tindakan kedua beberapa bulan kemudian karena umumnya akan terbentuk
fistel yang penanganannya hanya dengan operasi. 4.
Proktitis
Proktitis
adalah peradangan mukosa rectum Gejala
: Darah bersama kotoran dan biasanya berlendir. Terapi
konservative dengan antibiotika dan antiinflamasi. 5.
Penyakit Usus lain
Misalnya
Morbus Crohn, Colitis ulcerosa, TBC usus, Amoeba ,dll. 6.
Penyakit kulit dan kelamin di dubur
Misalnya
eksema , condylomata, sipylis, AIDS Tumor
: Tumor jinak dan ganas dan usus besar. Disini
terlihat bahwa keluhan di dubur bukan saja wasir, tetapi masih banyak
penyakit yang gejalanya menyerupai wasir. Terlebih
pada perdarahan harus hati
– hati supaya sesegera mungkin dikonsultasikan agar cepat ditangani
oleh ahlinya.
|
||||||||||||||