Ramsay Health Care

Welcome to Ramsay Health Care  
      
Australia's largest Private Hospital group
Australia's largest Private Hospital group Australia's largest Private Hospital group Doctors Mental Health

Nurses

http://www.ramsayhealth.com.au/

http://www.ramsayhealth.co.id/

                 English | Indonesia

Home

Jadwal Konsultasi Dokter

Daftar Dokter Praktek RSMI

Artikel Kesehatan

Events

Talk Show

Hot News

Selamat datang di Ramsay Health Care Group - Rumah Sakit Swasta terbesar di Australia, yang mengoperasikan 70 fasilitas kesehatan, termasuk 3 di 

Indonesia: 

RS Mitra Internasional,

RS Internasional Bintaro dan

RS Surabaya Internasional

 

 

RS Mitra Internasional
Jl. Raya Jatinegara Timur 85-87 Jakarta 13310 - Indonesia
Tel. +62-21-2800666/777/888/999
Fax.+62-21-2800755

 

 

Indonesia - Career

Penyakit – Penyakit Sekitar Dubur

(Proktologie)

 

oleh: Dr. Med. Christopher B, Sp.B

 

Proktologie

 

Proktologie (atau lebih lengkap coloproktologie) adalah bidang kedokteran yang membahas kelainan-kelainan di usus besar  hingga lubang pelepasan atau dubur.

 

Pada umumnya kelainan-kelainan di daerah ini tidak begitu diperhatikan dan kalaupun ada keluhan sering dianggap sebagai wasir.

Masyarakat kurang mengetahui bahwa kecuali wasir masih ada banyak penyakit lain di dubur yang jika penanganannya tidak sesuai dapat membahayakan yang dalam pembahasannya kita tekankan pada usus akhir yaitu rectum dan anus.

 

Anatomi dan physiologi rectum sangat rumit, kita tidak mengetahui dimana colon/sigmoid berakhir dan dimana rectum mulai. Perbedaan nama ini lebih karena letak topographynya daripada anatominya.

Selain anus dengan syarafnya yang sangat sensitive , otot-otot sphincter (internus et externus) dan otot-otot pelvic termasuk usus akhir.

 

Fungsi sigmoid dan rectum adalah tempat penampungan faeces. Supaya terkontrol 4-5 cm terakhir rectum menyempit dan disebut anus. Sel mukosa yang semula kuboid berangsur menjadi epithel yang sangat sensitive . Ini diperlukan untuk membedakan antara gas , cairan dan padat. Penutup anus yang paling menonjol adalah M. Sphinkter internus yang adalah otot polos dan M. Sphinkter externus, sebuah otot lurik. Disamping itu otot-otot Levator ani (M. puboccigeus, M. puborectalis dan M. ischiococcigeus) ikut membantu pada defekasi.

 

Batas antara rectum dan anus lebih mudah dengan adanya linea dentate yang merupakan muara glandula submokus yang tersembunyi di balik  “katup” kecil. Glandula – glandula ini adalah sumber dari analabses dan fistel jika meradang.  

 

Pemeriksaan dimulai dengan anamesa yang merupakan tahapan penting karena dari anamesa kita dapat mengetahuib arah pemeriksaan selanjutnya. Setelah anamesa berturut turut dilakukan inspeksi , rectal touché, rektoskopi / anuskopi.

 

Selanjutnya dapat dilakukan rontgen dan atau coloskopi jika diperlukan . Kedua pemeriksaan terakhir memerlukan persiapan sebelumnya.  

 

Penyakit – penyakit Sekitar Proktologie  

 

1.  Haemorroid /Wasir

  1. Hanya dapat dilihat dengan anuskop / rektoskop

  2. Haemorrid keluar dapat masuk kembali

  3. Haemorroid keluar harus dimasukkan kembali

  4. Haemorroid tidak dapat masuk kembali atau sellu keluar lagi. 

Dalam menangani haemorrid harus dibedakan antara haemorroid inkaserata dengan perianalthrombose.

 

Terapi yang diberikan pada penderita haemorroid :

Derajad I     : Konservatif dengan obat tergantung dari keluhan.

Derajad II    : Sklerosing , ligasi, infra red

Derajad III seperti Derajad II : tetapi jika luas dan sakit sebaiknya operasi.

 

Pada inkaserata umumnya dapat konservatibve dengan merendam (sitzbad), antiinflamasi, laxative,salep (untuk menghindari terjadi ulcera ) ; analgetika jika perlu bedrest.

Jika dalam 3-4 hari tidak ada perubahan atau pasien sangat kesakitan, baru dipikirkan untuk operasi.  

 

2. Analfissur

Analfissur adalah luka /lesi mukosa anus distal dari linea dentate. Pada analfissur chronis terbentuk fibrose sekitar lesi dan seriong diketemukan skintag distal dari fissur yang oleh pasien sering disalahartikan sebagai haemorroid dan hyperthrphie analpapilla.

 

Therapie pada analfissur akut konservative misalnya merendam , suppository, laxative supaya faeces lunak. Umumnya fissure akan sembuh dalam beberapa hari.

 

Pada anlfissure chronis kemungkinan sembuh betul susah, lebih – lebih jika sphinktertonus

meningkat. Jika dalam 1 bulan frekuensi kambuhnya fissur sering dan sangat mengganggu pasien maka dianjurkan untuk operasi. Jenis operasi adalah lateral sphinkterotomie.

 

3. Analabses dan Analfistula

Peradangan dari glandula submokus dilinea dentate yang mencari “jalan keluar” paranal.

Pada abses therapinya ialah incisi , pasien diberitahukan bahwa akan ada tindakan kedua beberapa bulan kemudian karena umumnya akan terbentuk fistel yang penanganannya hanya dengan operasi.

 

4. Proktitis

Proktitis adalah peradangan mukosa rectum

Gejala : Darah bersama kotoran dan biasanya berlendir.

Terapi konservative dengan antibiotika dan antiinflamasi.

 

5. Penyakit Usus lain

Misalnya Morbus Crohn, Colitis ulcerosa, TBC usus, Amoeba ,dll.

 

6. Penyakit kulit dan kelamin di dubur

Misalnya eksema , condylomata, sipylis, AIDS

Tumor : Tumor jinak dan ganas dan usus besar.

 

Disini terlihat bahwa keluhan di dubur bukan saja wasir, tetapi masih banyak penyakit yang gejalanya menyerupai wasir.

Terlebih pada perdarahan  harus hati – hati supaya sesegera mungkin dikonsultasikan agar cepat  ditangani oleh ahlinya.