 |
Agenda
|
| 10.02.2009 |
| Deklarasi Keselamatan Pasien RS Mitra Internasional |
Pada hari Selasa / 10 Februari 2009 bertempat di Auditorium RS Mitra Internasional dilaksanakan acara Deklarasi Keselamatan Pasien Rumah Sakit Mitra Internasional. Acara yang dihadiri oleh Presiden Direktur Ramsay Health Care Indonesia Bapak Jusup Halimi beserta jajarannya yang didampingi oleh Dr. Benny Handojo selaku Direktur RS Mitra Internasional beserta jajaran Manajemen RS Mitra Internasional serta seluruh kordinator dan sebagian karyawan yang mengikuti acara yang dimulai pada jam 10.00 pagi dan berakhir dengan penyerahan Simbol/ Logo Keselamatan Pasien RS Mitra Internasional di beberapa area kerja di RS Mitra Internasional.Adapun susunan acara sebagai berikut :| 1. | Pembukaan | | 2. | Laporan Ketua Panitia KPRSMI yang dibawakan oleh : Dr. Taufany C.J Soemarjanto,MM | | 3. | Kata Sambutan dari Direktur RS Mitra Internasional : Dr. Benny Handojo | | 4. | Pemutaran slide show foto-foto kegiatan di lapangan dengan iringan lagu “Heal The World” | | 5. | Pemutaran video drama “Menuju Keselamatan Pasien RS Mitra Internasional” | | 6. | Talk Show dengan moderator : Dr. Irwan P. Dharmawan sebagai narasumber Dr. Christopher B - sebagai Ketua Komed RSMI Dr. Benny Handojo- sebagai Direktur RSMI Dr. Taufany C.J Soemarjanto - sebagai Ketua Panitia KPRSMI | | 7. | Menyanyikan Theme Song KPRSMI | | 8. | Pengumuman jenis perlombaan yang akan dilaksanakan periode Februari 2009 - Februari 2010 | | 9. | Penyerahan secara simbolis Logo/ Mug dan Pin KPRSMI : “PATIENT SAFETY IS NOT 50 : 50” oleh Direktur Dan Wakil Direktur RSMI | | 10. | Pembacaan bunyi / isi deklarasi KPRSMI dipimpin oleh Direktur | | 11. | Pembacaan yel-yel KPRSMI dimana yel-yel ini merupakan yel-yel pemenang pada workshop KPRSMI 3-4 Februari 2009 | | 12. | Penyerahan Logo “PATIENT SAFETY IS NOT 50 : 50” ke beberapa area kerja sambil menyuarakan yel-yel KPRSMI yang dipimpin olehDirektur RSMI didampingi oleh Wakil Direktur dan seluruh peserta. | | 13. | Penutup | INFORMASI PENTING ! Panitia KESELAMATAN PASIEN RSMI (KPRS) dibentuk berdasarkan SK no. 145/SK/DIR-NLE/RSMI/XI/2008 dengan mencabut SK no 78/SK/DIR-NLE/RSMI/VI/08
Dengan susunan anggota sebagai berikut :|
| Ketua | : Dr. Taufany CJ Soemarjanto, MM | Wakil Ketua
| : Dr. Mety Kartawidojo | | Sekretaris | : Ani Surfiyani |
| Anggota : 1. Dr. Irwan P. Dharmawan 2. Ns. Siti Djubaidah 3. Ns .Aryani Wiworo W 4. Herlina Avera 5. Adil Silangit 6. Kukuh Herriadi Ananto 7. Meyra Fajarohwati
| Kegiatan Pokok : ( 6-Goals)| 1. | Pencegahan pasien jatuh | | 2. | Pencegahan kesalahan dalam pemberian obat | | 3. | Meningkatkan komunikasi yang efektif | | 4. | Tingkatkan kebersihan tangan (Hand Hygiene) | | 5. | Pastikan identifikasi pasien | | 6. | Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar | Kegiatan yang sudah berjalan :| 1. | Pelatihan / Training / Workshop kerjasama dengan pihak KKPRS – PERSI : sudah dilaksanakan sebanyak 3 kali yaitu : - Tgl. 17-19 Juli 2008 di RSIB dengan jumlah peserta 20 orang dan pengamat 5 orang - Tgl. 3 - 4 Des 2008 di RSMI dengan jumlah peserta 30 orang dokter spesialis dan pengamat 27 orang - Tgl. 4 - 6 Feb 2009 di RSMI dengan jumlah peserta 50 orang Total 100 orang terdiri dari sebagian karyawan , manajemen , dokter spesialis dan dokter umum sudah mendapatkan sertifikat dari KKPRS-PERSI · Dan 100 orang tersebut otomatis menjadi champion-champion di departemennya masing-masing | | 2. | Selanjutnya pelatihan / training akan terus dilaksanakan secara internal bagi seluruh karyawan maupun karyawan outsource RSMI yang akan dimulai minggu depan setiap minggu sekali. | | 3. | Tim Panitia KPRS Mitra Internasional yang diwakilkan oleh dr. Irwan P. Dharmawan, dr. Mety Kartawidojo serta Ns Siti Djubaidah telah melakukan kunjungan ke RS Persahabatan pada tgl 11 Des 2008 dengan tujuan survey /benchmarking program keselamatan pasien . | | 4. | Adapun pertemuan /rapat dilaksanakan secara kontinuitas oleh team KPRSMI setiap hari Kamis pagi membahas segala permasalahan / insiden yang terjadi untuk dibuatkan rekomendasinya | | 5. | Adapun kasus yang telah dibahas menggunakan RCA sebanyak 5 kasus dengan rincian sbb : -1 buah kasus KTD / Kejadian Tdak Diharapkan -1 buah kasus KNC / Kejadian Nyaris Celaka -2 buah kasus pasien jatuh (patient fall) -1 buah kasus salah terapi (medication error) Dimana ke 5 kasus ini telah dilakukan investigasi oleh team, dilakukan RCA (Root Cause Analysis) nya dan diberikan rekomendasi kepada Direktur RSMI untuk ditindaklanjuti. Kendalanya : masih adanya sikap “tertutup” dan “takut-takut” dari para karyawan yang dihampiri oleh team investigasi KPRSMI. | | 6. | Pelaksanaan “Time Out” pada prosedur bedah dengan pilot project di kamar operasi/ OK mulai 22 Desember 2008. Evaluasinya di bulan Februari 2009. | | 7. | Pembentukan Pokja Pasien jatuh untuk melaksanakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dimulai pada Februari 2009. | | 8. | Monitoring pelaksanaan perlombaan PS periode Februari 2009-Februari 2010 yaitu : tidak ada kesalahan dalam pemberian obat, tidak ada pasien jatuh dan tidak ada infuse yang blong yang akan diikuti oleh seluruh bagian medis di RSMI. | | 9. | Monitoring pelaksanaan perlombaan “Tag Line PS” bagi seluruh departemen periode Februari 2009- Agustus 2009. | Kerjasama dan koordinasi dengan perawatan pada “proyek MPKP” serta para Dokter Spesialis pada proyek “Tim Monitoring “.
|
| |
|
|
 |